Wonogiri Sukses
                   

Profile Wilayah   

Potensi Kecamatan Bulukerto

Kecamatan Bulukerto terletak di lereng Gunung Lawu selatan dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur. Keanekaragaman hayati di daerah ini memang menjadi komoditas penduduk setempat yang bisa diandalkan untuk mengangkat ekonomi penduduk, mulai dari tanaman pertanian berupa padi, dan palawija serta hortikultura, seperti buah-buahan dan sejenisnya.
Salah satu potensi hayati yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat adalah tanaman padi. Kecamatan Bulukerto merupakan salah satu lumbung padi bagi Kota Gaplek setelah Kecamatan Selogiri. Iklim di daerah ini sangat mendukung untuk pertanian padi dan palawija, karena persediaan airnya relatif tercukupi. Produksi padinya tidak kalah bila dibandingkan dengan Kecamatan Selogiri.
Potensi hayati lain adalah pengembangan buah kakao untuk bahan kosmetik. Tidak begitu banyak memang tanaman kakao yang dikembangkan di daerah ini, namun paling tidak bisa memberi kontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga.
Pemerintah Kabupaten Wonogiri merencanakan pengeembangan tanaman hortikultura di daerah Lawu selatan, termasuk di Kecamatan Bulukerto.
Salah satu tanaman hortikultura yang akan dikembangkan di kecamatan ini adalah tanaman jeruk keprok, karena selain iklim dan cuaca serta jenis tanahnya yang mendukung, para petaninya juga memiliki etos kerja yang baik.
Pemerintah Kecamatan Bulukerto juga sedang merintis tanaman ketela rambat jenis cilembu, di mana hasilnya lebih besar-besar dan harganya relatif tinggi bila dibandingkan dengan ketela rambat yang biasa.
Apalagi ketela rambat dari Bulukerto sudah terkenal sampai ke pelosok daerah di Wonogiri dan di luar Wonogiri bahkan sejumlah pedagang di Solo juga banyak yang mengambil barang ketela rambat ke Bulukerto. Pengembangan tanaman ketela rambat jenis cilembu itu belum optimal karena keterbatasan modal dan bibit di samping itu jenis tanah di Bulukerto memang tidak cocok untuk tanaman ketela rambat jenis cilembu. Dia menguraikan, justru tanah di Kecamatan Karang Tengah lebih sesuai untuk pengembangan ketela rambat jenis cilembu, karena dari hasil damplot dari Dinas Pertanian, ternyata ketela rambat jenis cilembu di Karang Tengah lebih menjanjikan bila dibandingkan dengan pengembangan tanaman serupa di Kecamatan Bulukerto.
Kecamatan Bulukerto yang berada pada ketinggian antara 384-900 meter di atas permukaan air laut (mdpl), merupakan daerah yang memiliki iklim dingin.
Tingkat kepadatan penduduk daerah ini cukup padat, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata mencapai 8,11% per tahun, sehingga tuntutan ekonomi penduduk relatif besar bila dibandingkan daerah lain yang masih terbilang daerah minus.
Dengan potensi penduduk sebanyak 36.150 jiwa itu mampu menciptakan pembangunan daerah melalui pengembangan industri rumah tangga.
Kegiatan-kegiatan sampingan berupa kerajinan tangan inilah yang menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat, selain mengandalkan dari sektor pertanian.
Atas dukungan dan partisipasi pemerintah kecamatan dan Kabupaten Wonogiri, maka industri kerajinan tangan ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Bulukerto.
Menurut rencana, potensi ini akan dikembangkan sebagai salah satu produk Kota Gaplek yang akan dipasarkan sampai tingkat nasional.
Beberapa industri kerajinan yang bisa dikembangkan antara lain perkayuan atau mebeler, industri karya seni berupa pahat patung dari kayu dan wayang kardus.
Dari sekian banyak jenis industri tersebut, industri wayang karduslah yang menjadi perhatian khusus dari pihak pemerintah, termasuk dari Bupati Wonogiri sendiri. Kerajinan wayang kardus ini akan dipasarkan sampai tingkat nasional, karena jangkauan pemasarannya hingga saat ini sudah sampai ke luar Jawa.
Hampir setiap warga di Kecamatan Bulukerto memiliki usaha pembuatan wayang kardus. Pusat-pusat industri wayang kardus itu berada di beberapa desa, antara lain Desa Ngaglik, Domas, Nadi, Bulurejo, Kelurahan Bulukerto, Kradegan dan Sugihan. sebanyak 50% lebih dari total penduduk Kecamatan Bulukerto memiliki usaha pembuatan wayang kardus.
Dalam pengembangan industri wayang kardus itu menuai banyak kendala. Salah satu kendala yang paling dominan, adalah masalah permodalan.
”Dulu Bupati Wonogiri pernah memberikan bantuan stimulan kepada sejumlah pengrajin. Namun bantuan itu belum sepenuhnya menyentuh semua pengrajin di Bulukerto. Lebih lanjut dikatakan, selama ini belum ada paguyuban atau organisasi yang mewadahi para pengrajin tersebut, sehingga manajemennya hanya sebatas inisiatif dari masing-masing individu. Dia menambahkan seandainya saja ada bantuan senilai Rp 3 juta per orang, maka pengembangan industri wayang kardus itu akan lebih cepat.
Sebagian besar hasil kerajinan wayang kardus itu, kata dia, dijual keluar pada kurun waktu tertentu, terutama mendekati Tahun Baru. Penjualan wayang kardus itu, lanjutnya, sering merambah ke daerah-daerah di Jawa dan luar Jawa. ”Jadi, jika ditemukan pedagang wayang kardus, kemungkinan besar orang itu berasal dari Bulukerto,” terangnya.
Dikatakan dia, rata-rata para pengrajin itu mempersiapkan wayang kardus dalam jumlah yang besar dan sampai mendekati tahun baru tiba wayang-wayang itu dibawa ke luar daerah untuk dipasarkan sampai beberapa hari tidak pulang.
Produksi pertanian Kecamatan Bulukerto


Data Kecamatan

Nama camat : Dr. Daryoko
Nama kecamatan : Bulukerto
Luas wilayah : 4.051,8455 hektare
Jumlah penduduk : 36.230 jiwa
Jumlah desa : 10 desa
Jumlah dusun : 43 desa
Jumlah rukun warga (RW) : 67 RW
Jumlahh rukun tetangga (RT) : 242 RT

Letak Geografis
Sebelah Utara : Kecamatan Poncol, Jawa Timur
Sebelah Selatan : Kecamatan Purwantoro
Sebelah Barat : Kecamatan Slogihimo
Sebelah Timur : Kecamatan Puhpelem

Komoditas Luas lahan Produksi

Padi sawah 1.751 ha 93,171 kuintal
Jagung 1.920 ha 106.464 kuintal
Ubi kayu 1.515 ha 274.291 kuintal
Kacang tanah 1.985 ha 112.847 kuintal
Kedelai 1.791 ha 303.575 kuintal
Ketela rambat 7 ha 1.016 kuintal
Bawang merah 18 ha 1.332 kuintal
Bawang putih 1 ha 37 kuintal
Cabai rawit 13 ha 120 kuintal
Buncis 38 ha, 2.260 kuintal
Kacang panjang 13 ha 378 kuintal
Kentang 1 ha 150 kuintal

Produksi buah-buahan di Bulukerto

Komoditas Jumlah Produksi
tanaman
Alpukat 6.797 pohon 3.320 kuintal
Mangga 28.573 pohon 16.893 kuintal
Rambutan 28.178 pohon 8.724 kuintal
Jeruk 1.779 pohon 438 kuintal
Sirsak 12.248 pohon 1.374 kuintal
Sukun 6.679 pohon 2.174 kuintal
Durian 2.081 pohon 1.446 kuintal
Melinjo 20.284 pohon 2.621 kuintal
Nanas 148 pohon 1 kintal
Sawo 118 pohon 39 kuintal

Pepaya 6.051 pohon 1.825 kuintal
Pisang 130.451 pohon 29.809 kuintal

Jumlah ternak di Kecamatan Bulukerto
Sapi 2.679 ekor
Domba 4.394 ekor
Kambing 10.890 ekor
Ayam sayur 52.624 ekor
Itik 1.448 ekor

Sumber: Wonogiri dalam Angka 2006


 
 
 






 
 
 Copyright © 2006 by KPDE Kabupaten Wonogiri dan Diginet Media